Antusiasme siswa-siswi SMA Negeri 5 Surabaya dalam mengikuti Talkshow pada 26 Februari 2025 di ruang serbaguna sangat tinggi. Mereka sangat interaktif dalam kegiatan tersebut. Kali ini tema dalam Talkshow tersebut adalah “Pendidikan Inklusif, Membangun Sekolah Ramah untuk Semua”. Dibawakan oleh rekan mereka sendiri yang luar biasa yaitu Cevin Wahyudi kelas XII.6 (Duta Pelajar Juara Indonesia Jawa Timur 2025, Duta Generasi Emas Indonesia Jawa Timur 2025). Sultan Flambo Albana kelas XI.10 (Juara 1 Duta Pelajar SMA Awards 2024).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang betapa pentingnya pendidikan inklusif. Dan bagaimana setiap individu memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa ada diskriminasi. Para narasumber berbagi pengalaman dan wawasan mereka mengenai bagaimana sekolah dapat menjadi lingkungan yang lebih ramah bagi semua peserta didik. Termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.
Dalam sesi diskusi, Cevin Wahyudi menggaris bawahi bahwa pendidikan inklusif bukan hanya bagaimana memberikan akses bagi murid berkebutuhan khusus. Namun juga bagimana menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kebhinekaan. “Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua murid, tanpa terkecuali,” kata Cevin.
Narasumber lain yaitu Sultan Flambo Albana membagikan pengalaman dan pandangannya tentang pentingnya peran murid dalam membangun kondusivitas sekolah inklusif. “Sebagai sesama pelajar, kita harus saling mendukung dan memastikan bahwa tidak ada teman kita yang merasa terpinggirkan,” kata Sultan.
Para peserta yang terdiri dari siswa siswi kelas X dan XI sangat aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan. Yaitu seputar tantangan serta solusi dalam menerapkan pendidikan inklusif di sekolah masing-masing. Talkshow ini juga menampilkan sesi interaktif yang mengajak peserta untuk merancang strategi konkret dalam mewujudkan sekolah yang lebih inklusif.
Dengan adanya acara ini, diharapkan seluruh peserta dapat mengimplementasikan konsep pendidikan inklusif dalam lingkungan sekolah mereka. Sehingga setiap siswa mendapatkan kesempatan yang setara untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih cerah. Slamane smalane melejit wussh !!
