Surabaya, 24 Juni 2026 – Dalam rangka menyambut Tahun Pembelajaran 2026/2027 sekaligus sebagai langkah strategis menuju transformasi sebagai Sekolah Model, SMA Negeri 5 Surabaya menyelenggarakan Workshop perdana bertajuk “Memahami, Mengaplikasikan, Merefleksikan Pembelajaran Mendalam”. Kegiatan yang berlangsung pada hari Rabu, 24 Juni 2026 di Ruang serbaguna. Ini menjadi pijakan awal bagi seluruh civitas akademika dalam mengimplementasikan pendekatan pembelajaran yang lebih holistik, kritis, dan reflektif.
Workshop yang digelar di lingkungan kampus SMA Negeri 5 Surabaya ini secara resmi dibuka oleh Bapak Sukirin Wikanto, S.Pd., M.Pd. selaku Kepala SMA Negeri 5 Surabaya. Dalam sambutannya, beliau menegaskan komitmen sekolah untuk tidak hanya unggul dalam capaian akademik, tetapi juga dalam membangun ekosistem belajar yang berorientasi pada pemahaman konseptual dan penguatan karakter siswa melalui proses refleksi mendalam.
“Kami percaya bahwa pembelajaran yang berkualitas adalah pembelajaran yang tidak hanya berhenti pada pengetahuan, tetapi juga mampu diaplikasikan dalam kehidupan dan direfleksikan sebagai bahan perbaikan berkelanjutan. Workshop ini adalah awal dari perjalanan besar kami menuju status Sekolah Model,” ujar Bapak Sukirin Wikanto di hadapan para peserta yang antusias.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, Bapak Damari, M.Pd. , seorang akademisi dan praktisi pendidikan yang kompeten di bidang sains. Beliau dikenal luas sebagai penulis buku Bupena Fisika dan Kimia SMA terbitan Penerbit Erlangga, serta penulis Eksata IPA SMP dari penerbit yang sama. Selain aktif menulis, Bapak Damari juga menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum di SMA Negeri 5 Surabaya, sehingga kehadirannya memberikan perspektif ganda—kombinasi antara kebijakan kurikulum dan implementasi teknis di ruang kelas.
Dalam sesi penyampaian materi, Bapak Damari, M.Pd. mengajak seluruh guru untuk merancang skenario pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga menekankan pada proses berpikir tingkat tinggi (HOTS), keterampilan kolaborasi, serta kebiasaan merefleksikan setiap proses belajar yang telah dilalui. Beliau juga memaparkan strategi mengintegrasikan konsep sains dengan pendekatan kontekstual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, sekaligus menyesuaikan dengan tuntutan kurikulum merdeka yang fleksibel.
Workshop ini diikuti oleh seluruh guru SMA Negeri 5 Surabaya dengan antusiasme tinggi. Diharapkan, melalui kegiatan ini, SMA Negeri 5 Surabaya semakin matang dalam mempersiapkan diri sebagai pelopor sekolah model di Kota Pahlawan, sekaligus mencetak generasi pembelajar yang mandiri, kritis, dan berkarakter.




